Archive for May 25, 2009

rokok dekat dengan kematian

Latar Belakang
Berdasarkan sumber dari WHO, “Tembakau, Bahaya, dan Dampaknya pada Anak” oleh Widyastuti Wibisono dinyatakan bahwa tembakau merupakan penyebab 1 dari 10 kematian orang dewasa. Ia membunuh separuh penggunanya (500 juta dari 1 milyar pengguna akan mati karena tembakau). Dinyatakan bahwa pada tahun 2005 terjadi kematian sebanyak 5,4 juta jiwa dengan 1 kematian tiap 6 detik. Jika hal ini terus dibiarkan, maka akan banyak korban yang berjatuhan hanya karena tembakau yang mereka konsumsi. Di Indonesia, Industri rokok tembakau menjadi industri besar yang memiliki target pasar mulai dari kelompok umur anak-anak sampai orang tua. Selain itu, dengan tidak adanya regulasi pemerintah dalam pelarangan konsumsi rokok membuat rokok dapat diakses oleh siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Hal inilah, yang menjadi sorotan kami sebagai pemerhati kesehatan untuk menggunakan iklan masyarakat tentang bahaya merokok untuk ditayangkan di media elektronik televisi yang sangat berpotensi untuk dilihat khalayak ramai sehingga diharapkan ada kesadaran dan perubahan perilaku para perokok di Indonesia yang memperhatikan iklan tersebut.

Tujuan
Tulisan ini mencoba menganalisa salah satu iklan layanan masyarakat yang ditayangkan oleh Jak-Tv yang berjudul ‘Merokok Dekat dengan Kematian’. Analisa akan mencakup siapa target yang sesuai dengan isinya, serta analisa rencana penayangannya yang sesuai dengan target audiens tersebut. Adapun iklan yang dimaksud adalah sebagai berikut :

Pembahasan
Pemeran
Iklan ini diperankan oleh 25 orang pria dan wanita yang rata-rata berusia sekitar 20-35 tahun.

Setting Lokasi
Adegan dalam iklan mengambil tempat di daerah persimpangan jalan perkotaan yang ramai lalu-lalang orang dengan berbagai tujuan aktivitas dengan latar belakang gedung bertingkat dan disekitarnya terdapat tempat penyebrangan, trotoar, pedagang asongan, pedagang kaki lima, dan kios tempat usaha.

Gaya penyampaian pesan
Pesan untuk tidak merokok karena rokok sangat dekat dengan kematian di dalam iklan tersebut disampaikan secara implisit yaitu dengan membacakan surat yasin (yang diidentikkan dengan bacaan untuk orang yang meninggal) kepada seseorang yang bermaksud menyalakan rokok.

Analisa
Target audiens
Dilihat dari pemeran utamanya yakni pria yang bermaksud menyalakan rokok yang berusia sekitar 20′an (antara usia remaja akhir samapai dewasa muda yang produktif), iklan ini mengarah kepada kaum pria yang berusia berkisar remaja akhir sampai dewasa muda sebagai target utamanya. Dilihat dari setting lokasinya yang ada di perkotaan, maka iklan ini dimaksudkan untuk menyentuh para pria remaja akhir dan pria dewasa muda yang tinggal di perkotaan yang notabenenya kebanyakan adalah perokok.

Target Program Televisi
Dilihat dari analisa atas sasaran audiensnya, maka program tivi yang akan menjadi tempat tayangnya harus yang digemari oleh pria remaja akhir dan dewasa muda di perkotaan. Sebagai contoh, untuk pria remaja akhir dan pria dewasa muda adalah siaran musik, siaran sepak bola, berita olahraga, film, dan siaran berita.

Rancangan program dan biaya penayangan
Dari pembahasan dan analisa di atas, maka berikut ini akan dipaparkan secara lebih detil tentang rancangan stasiun televisi, program siaran, frekuensi dan biaya penayangannya.

perencanaan biaya tayang

1. Ardi Sadewo
2. Arina Purnawati
3. Tiagita Sasmita
4. Septia Indah Rosiana
5. Yani Octaviani

Leave a comment »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.